Selasa, 28 Mei 2013

Sejarah KSR PMI Unit Unnes


SEJARAH KSR UNNES
Oleh : S.T Santoso

Sebuah ruang kecil dengan ukuran 2 X 4 meter, terselip ”nyempil” (nylempit??) dibelakang laboratorium biologi 1, berbatasan dengan pagar belakang rumah dinas Rektor, menghadap gedung Auditorium IKIP Semarang di Jl. Kelud Raya yang megah, tepatnya sebuah ruang Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi, (satu-satunya HMJ di IKIP Semarang atas kepedulian Kajur Biologi pada saat itu yang memiliki ruang sekretariat), yang menjadi saksi bisu munculnya sebuah ide besar, gagasan tentang berdirinya sebuah unit kegiatan kemahasiswaan yang berbasis social (KSR).

Sekitar tahun 1986, sekelompok mahasiswa jurusan biologi angkatan 85 berkumpul dalam sebuah diskusi yang sederhana. Mereka adalah pengurus HMJ Pendidikan Biologi antara lain Edy Triyanto (ketua HMJ, sekarang Konsultan LSM), S.T. Santoso (Sie Humas HMJ, sekarang Guru MAN Wangon), Bambang Wirudi (Sie Perlengkapan HMJ, sekarang Kepala Sekolah SMA Pekalongan), Saiful Ridlo (Sekretaris HMJ, sekarang dosen Pend. Biologi, FMIPA, UNNES), Anna Dyah Yuliatun (Bendahara HMJ, sekarang Guru SMPN 8 Semarang). Para aktifis pada masa itu yang mencoba merumuskan berbagai bentuk kegiatan.

Berbagai bentuk kegiatan bermunculan antara lain dengan menerbitkan Buletin Jasmina, memperkenalkan lagu Mars Jasmina. Salah satu ide besar itu adalah membuat kegiatan berbasis sosial yang berafiliasi dengan kegiatan Palang Merah Indonesia. Ide kegiatan kepalang-merahan didasari oleh dua hal. Pertama, ’kedekatan hubungan’ biologi dengan ke-P3K-an. Semua rencana kegiatan tersebut dikomunikasikan kepada Ketua Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA, IKIP Semarang (Drs. Maryono RH) dan mendapat respons dan dukungan yang positif. Kedua, Edy Triyanto sebagai ketua HMJ Biologi waktu itu, tahun 1984 adalah salah satu anggota tim Jumbara PMI Jawa Tengah yang berlangsung di Malang. Pada saat yang bersangkutan mulai kuliah di IKIP Semarang tahun 1985, komunikasi dengan PMI Jawa Tengah dibangun lagi melalui kepala markas daerah (Ibu Rahayu Surtini) yang juga banyak membantu dengan memotivasi untuk mendirikan KSR Unit Perguruan Tinggi karena di Jawa Tengah belum ada, serta melibatkannya dalam kegiatan kepalangmerahan di PMI Jawa Tengah.

Berangkat dari kebutuhan para mahasiswa jurusan pendidikan biologi yang sedang PPL dan para lulusan dari Biologi IKIP Semarang. Banyak Guru Biologi di SMP/SMA yang ditunjuk menjadi pengurus usaha kesehatan sekolah (UKS) dan kegiatan ekstra kurikuler terkait dengan kesehatan di sekolah. Mereka membutuhkan ketrampilan khusus untuk melatih anggota-anggota PMR di SMP dan SMA. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi dengan demikian harus membekali dan dibekali dengan kemampuan kepalangmerahan. Maka diadakanlah sebuah Pendidikan dan Latihan P3K untuk para mahasiswa jurusan pendidikan biologi.

Tahun 1987 diadakan Diklat Kepalangmerahan yang pertama kali diselenggarakan oleh HMJ Pendidikan Biologi diikuti oleh mahasiswa jurusan Bilogi sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi 2 gelombang bekerja sama dengan PMI cabang Semarang. Mereka dilatih teori dan praktek tentang seluk beluk Kegiatan Palang Merah dan P3K. Instruktur diambil dari pengurus dan anggota senior KSR PMI Cabang Semarang. Peserta mendapatkan sertifikat jika lulus dalam ujian teori serta ujian praktek. Sejak saat itulah terjalin kerja sama formal kelembagaan antara HMJ Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Biologi dengan PMI Cabang Semarang. Kegiatan baru di bawah HMJ pendidikan Biologi tersebut kemudian diberi nama ’KSR Biologi PMI Semarang’ serta menjadi salah satu seksi kegiatan HMJ Pendidikan Biologi dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi sesuai AD dan ART KSR PMI.

Lulusan peserta diklat angkatan pertama yang sebagian besar terdiri atas mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi angkatan 1985 dan 1986, secara otomatis menjadi anggota ’KSR Biologi PMI Semarang’. Anggota langsung dilibatkan berbagai kegiatan KSR PMI Semarang bersama anggota KSR PMI Semarang lainnya. Kegiatan tersebut meliputi tugas berjaga di markas KSR PMI Semarang, membantu satgas kesehatan di kegiatan pekan raya promosi pembangunan (PRPP), membantu satgas kesehatan lalu lintas lebaran, natal dan tahun baru, serta kegiatan KSR PMI lainnya. Di dalam kampus, KSR Biologi IKIP Semarang selalu dilibatkan menjadi anggota panitia kesehatan penerimaan mahasiswa baru.

Tahun 1988 sebagian besar pengurus HMJ Pendidikan Biologi (ketua, sekretaris, seksi kesejahteraan) menjadi Pengurus Senat Mahasiswa FPMIPA dengan jabatan seperti jabatannya di HMJ. Ide-ide dari HMJ Pendidikan Biologi makin mendapat kesempatan untuk disebarluaskan. Pada tahun yang sama diadakan lagi Diklat kedua yang pesertanya tidak hanya jurusan pendidikan biologi saja, tetapi mengundang peserta jurusan lain yaitu pendidikan matematika, fisika, kimia di FPMIPA. Kegiatan diklat semakin banyak mendorong animo mahasiswa yang ingin bergabung dengan KSR Biologi PMI Semarang. Dengan demikian membutuhkan dukungan dari pihak dekanat FPMIPA (Drs Pandoyo sebagai Dekan FPMIPA dan Drs. Kusniadi sebagai PD III bidang kemahasiswaan).

Pada tahun yang sama para lulusan Diklat semakin dipercaya oleh PMI cabang untuk tugas-tugas sosial, meliputi pembuatan posko lebaran dan tugas lain sebagaimana disebutkan di atas. Bahkan anggota KSR dilatih untuk membantu tugas pada peristiwa kebakaran. PMI cabang Semarang bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kodya Semarang melatih anggota KSR berbagai ketrampilan dasar yang harus dimiliki petugas ketika mengatasi peristiwa kebakaran. Materi pelatihan meliputi teori dan praktek sederhana sampai cara mengoperasikan hydran dari mobil unit kebakaran. Di Kampus sendiri para lulusan pendidikan sudah dilibatkan dalam tim kesehatan saat penerimaan mahasiswa baru, Penataran P4, upacara hari besar, dan event-event lain yang membutuhkan.

Sehingga tahun 1989 diadakan Diklat ketiga dengan peserta yang membludak sehingga harus melakukan seleksi penerimaan anggota. Seleksi meliputi tes fisik dan mental yang betul-betul ketat dan menguras tenaga. Keanggotaan KSR yang kemudian bukan saja sahasiswa pendidikan biologi tetapi juga jurusan lain di lingkungan FPMIPA dan kegiatan-kegiatan di luar kampus kemudian memicu untuk makin menegaskan identitas. Nama, anggran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi yang semula menjadi onderbouw HMJ Pendidikan Biologi dan PMI cabang Semarang perlu diganti. Berbagai nama ditawarkan dan diperdebatkan,

Sungguh menyedihkan, Kegiatan P3K oleh pihak Institusi belum ada pengakuan secara formal, sedangkan kami adalah para mahasiswa kampus tercinta ini, tetapi kami juga menjadi anak buah dari KSR cabang kota Semarang. Secara status sangat membingungkan kami para aktifis. Jika diibaratkan kami memiliki dua ”Bapak” satu Bapak kandung adalah Kampus IKIP Semarang, dan satu Bapak Tiri yaitu Pengurus PMI Cabang Semarang.

Selain kerjasama dengan PMI Cabang Kota Semarang, KSR Biologi IKIP Semarang, melalui kedekatan Sdr. Edy Triyanto dengan Pengurus Daerah PMI Jawa Tengah, juga melakukan kerjasama dengan PMI Jawa Tengah antara lain menjadi panitia dan juri beberapa kegiatan ke-PMI-an provinsi serta Jumbara PMI Jawa Tengah. Kepercayaan berbagai pihak dan kinerja yang baik, serta promosi dan negosiasi yang dilakukan pengelola KSR Biologi nampaknya menarik pimpinan IKIP Semarang untuk mengakuinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa di institut. Tahun 1989 KSR Mahasiswa PMI Semarang resmi diakui menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) di IKIP Semarang dengan nama UKM Palang Merah Mahasiswa (PMM) IKIP Semarang dengan ketuanya yang pertama Sdri. Titi Avianti (Biologi 1986) yang dilantik bersama-sama dengan UKM yang lain oleh Rektor IKIP Semarang (Dr. Retmono), didampingi PR III IKIP Semarang (Drs. AT. Sugito, SH).

Penunjukkan Sdri. Titi Avianti menjadi ketua PMM yang pertama didasarkan pada fakta waktu itu bahwa yang bersangkutan adalah koordinator seksi KSR HMJ Biologi, sementara aktivis yang lain yang lebih giat dan yang mengawali lahirnya KSR di IKIP Semarang (edy triyanto, st. Santoso, bambang wirudi, anna dyah yuliatun) masih disibukkan dengan menjadi pengurus Senat Mahasiswa FPMIPA IKIP Semarang. (Catatan: saya lupa urut-urutan Ketua PMM atau komandan KSR selengkapnya: Titi Avianti/Biologi-86; Edy Triyanto/Biologi-85; Arifin Muhamad hadi/Biologi-87; Didit Ariyanto/Biologi-87 .

Nama PMM IKIP Semarang menjadi perdebatan oleh banyak pihak, terutama ditentang oleh PMI Cabang Kota Semarang karena tidak ada dasar hukumnya di dalam AD/ART PMI. PMI Cabang Kota Semarang menginginkan KSR IKIP Semarang menjadi salah satu Unit KSR PMI Cabang Kota Semarang, sementara pihak IKIP Semarang ingin membangun UKM PMM menjadi entitas kepalangmerahan yang lebih luas dengan berbagai kelebihan yang dimiliki perguruan tinggi dan keberadaan seorang mahasiswa.
Para aktifis mencari penyebab mengapa belum ada pengakuan secara formal tentang kegiatan Palang Merah di Perguruan Tinggi? Kajian panjang yang melibatkan berbagai pihak, antara lain, Prof. Dr. AT. Sugito, SH, (alm) Prof. Dr. dr. Satoto, (alm) R. Wadyono, Rahayu Surtini, mengerucut pada satu simpulan penyebab gesekan akan keberadaan KSR di perguruan tinggi adalah belum adanya MoU antara pihak Perguruan Tinggi dalam hal ini di bawah Dirjen Dikti dengan pihak PMI dalam hal ini PMI Pusat.
Tahun 1990 muncullah ide yang sangat luar biasa, yaitu mengumpulkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang berafiliasi dengan kegiatan sosial kepalangmerahan dan juga mengumpulkan pengurus KSR se-Jawa Bali. Dengan didukung oleh Kepala Markas PMI Cabang Semarang Bapak L.C. Rancuret, Ketua PMI Cabang (alm.) Bapak H. Suwarno ( pimpinan redaksi koran Suara Merdeka ) , Pengurus PMI daerah, serta Rektor IKIP Semarang Bapak Dr. Retmono. Sebuah Lokakarya yang sangat monumental sebagai tonggak pertama adanya MoU antara Dikti dan PMI.

Peserta Lokakarya yang ikut hadir pada saat itu adalah perwakilan dari UI, UKI, IPB, IKIP Jakarta, ITB, IKIP Semarang, IKIP Yogyakarta, UII, Universitas Sanata Darma, Unibraw, dan Universitas Udayana. Mereka hadir dengan membawa bendera masing-masing dan nama yang berbeda-beda. Lokakarya juga dihadiri oleh pengurus KSR se-Jawa Bali. Yang sangat membanggakan adalah hadirnya peninjau dari Pengurus PMI Pusat yang terheran-heran melihat begitu antusiasnya keinginan mahasiswa memiliki sebuah kegiatan sosial dalam Palang Merah.

Terima kasih untuk :
Beliau yang membantu mewujudkan kegiatan KSR ada di perguruan tinggi pada saat itu tahun 1990 . antara lain :
Bapak Suwarno ( Suara Merdeka)
Bapak L.C. Rancuret ( Kepala Markas PMI Cabang )
Bapak dr. Satoto ( Kepala PMI Daerah Jateng)
Bapak Dr. Retmono ( Rektor IKIP Semarang )
Bapak A.T. Soegito ( PR III IKIP Semarang )
Bapak Kukuh Santoso ( Pembina PMM )
Bapak Drs. Maryono Rianto (Kajur Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Semarang)
Bapak Drs. Kusniadi (PD III FPMIPA IKIP Semarang)
Bpk Drs Pandoyo (Dekan FPMIPA)
Ibu Rahayu Surtini (PMI Daerah Jateng)
Teman-teman KSR PMI Cabang
Teman-teman TSR PMI Cabang
Teman seperjuangan angkatan 85 jurusan Pendidikan Biologi IKIP Semarang, dan jurusan lain (dari FPTK) yang juga aktif terlibat.




Sumber : Edy Triyanto/Perintis sekaligus Komandan KSR Kedua
    Saiful Ridlo/Perintis KSR dan dosen Biologi UNNES
    Dalam dokumen group KSR PMI Unit UNNES On Air

5 komentar:

  1. dengan alasan apa si agar supaya bisa diganti namannya... jadi gini punyaku ngusuLin ingin diubah nama dari KSR UNIT UMP mjd KSR PMI UNIT UMP tapi mereka pada gak setuju,,,,, huuuffttt.

    tolong kasih alasan yang sangat mendasar,, trimzzzz,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. mereka pada gak setuju tuh mereka siapa?

      Hapus
    2. UMP datang aja ke PMI, bikin kerjasama pembuatan KSR PMI UNIT UMP. Ntar PMI akan ngasih Surat Keputusan, pihak KSR tinggal menyesuaikan.

      Hapus
  2. PMI di kota yang bersangkutan memiliki unit-unit di PT makanya namanya KSR PMI Unit (nama perguruan tinggi)
    yang menunjukkan bahwa KSR di Perguruan Tinggi tersebut meruppakan unit dari PMI kota yang bersangkutan.

    BalasHapus
  3. singkat saja KSR UMP, nama resmi seperti yang disampaikan mimin ksruns. :)

    BalasHapus